Label 3

My Visitor,,

free counters

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 03 Juni 2012

SUDAHKAH IMAN KITA TERUJI ? KAWAN ???


Firman Allah Swt :Apakah manusia itu mengira bahwa mereka di biarkan saja  mengatakan : kami telah beriman,sedang mereka tidak di uju lagi?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengtahui orang-orang yang benar dan mengetahui  orang-orang yang dusta.(qs.alankabut2-3)

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi dari pernyataan  iman kita adalah kita harus siap menerima ujian yang di berikn oleh Allah Swt.kepada kita.Untuk membuktikan sejauh mana kemantapan keyakinan dan kesungguhan hati kita terhadap pernyataan iman kita kepda Allah Swt.Sehingga menjadi jelas siapa diantara kita yang benar imannya karna Allah, dan siapa yang beriman karna sesuatu selain dari Allah.Oleh sebab itu Allah menyidir kita orang-orang yang beriman yang mengharap surganya dengan firmannya:

Apakah kalian mengira dibiarkan begitu saja masuk kedlm surga,sedangkan belum datang kepada kalian ujian atau cobaan sebagaiman halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian.Mereka di timpa malapetaka dan kesengsaraan,serta di goncang dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkata Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya :bilakah datangnya pertolongan Allah?Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu sngat dekat.(Qs.Albaqoroh 214)

RosulullahSaw.mengisahkan betapa beratnya orang-orang terdahulu mendapatkan ujian dari Allah demi mempertahankan iman mereka.sebagaimana dituturkan sahabat khabbab ibnul arats ra:sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian ada yang di sisir dengn sisir besi sehingga terkupas daging dari tulangnya tetapi itu tidak memalingkan dari agamanya,ada yang di letakan gergaji diatas kepalanya sehingga terbelah dua,namun itu tdk memalingkan dari agamanya.(HRAbhuhari,)

Cobalah kita renungkan apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita ?cobaan apa yang kita terima untuk mempertahankan iman kita?apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita?bila kita bandingkan dengan ujian,cobaan dn penderitaan orang-orang terdahulu juga demikian terhadap Rosullah dan para sahabatnya,adakah kita sebaliknya.

DIBALIK PENDERITAAN

Kalau melihat sepintas lalu penderitaan orang-oraang terdahulu juga yang terjadi kepda Rosullah dan para sahabatnya memang menimbulkan rasa iba,tetapi di balik semua kejadian itu beliu merasakan kenikmatan yang andaikata kita mengetahuinya pasti kita akan iri,

Kalau kita melihat ketika rosulullah berada dalam gua hiro,kita akan mengatakan alangkah payahnya,alangkah menderitanya,memang demikanlah kalau kita lihat sekilas pintas,kalau tidak ada kenikmatan rohani dan ketenangan batin di balik itu,tidak mungkin muhammad sebagai manusia biasa mau melaksanakan  pekerjaan itu dalam waktu yang lama,kita mengatakan berat,menderita,susah namun dengan demikian tumbuh sesuatu yang menyebabkan basiroh beliau menjadi tajam,mata batinnya menjadi melihat,pendengaran batinnya mendengar,alat perekamnya aktif dan berperanan.Sehingga dalam menerima wahyu bukan otaknya saja yang bekerja namun suluruh instrumenya dalam dirinya serentak dan serempak berperan aktif untuk itu. Lain halnya dengan kita,

Terkadang kita lawan keyakinan kita sendiri,kita bendung agar jangan sampai mempengaruhi seluruh peralatan dalam diri kita.Dan yang paling lucu adalah kita takut berdoa untuk memohon kepada tuhan untuk menjadi mukmin yang benar.kita memikul beban yang berat yang harus bersedakah habis-habisan,menolong orang yang kesusahan diakui atau tidak,detakan hati seperti itu sering muncul dalam diri kita.Pernah ada kawan yang ikut pengajian baru saja satu kali terus berhenti.dia menjawab baru satu kali saja saya ikut udah bingung apa lagi kalau berulang-ulang kali.Kenapa mesti bingung?saya takut kalau apa yang ustad katakan saya tidak mampu laksanakan padahal saya yakini kebenarannya.Ahirnya saya memerangi keyakinan itu maka hancurlah saya.Pada umumnya keadaan kita seperti demikian sebenarnya.Keyakinan kita berkata:perbanyaklah perbuatan baik,namun fikiran kita senantiasa berpendapat lain,keyakinan kita sering cenderung untuk mengeluarkan infaq,tetapi fikiran kita selalu mencari-cari alasan untuk tidak
Melaksanakannya.Alangkah gembiranya kita kalau ada keterangan yang di temukan yang dapat melepaskan kita dari kewajiban itu,alangkah senangnya kalau ada hadist yang menjelaskan boleh berinfaq dengan uang robek-robek,beginilah lagak dan sikap kita kepada hukum Tuhan kalau yang menjadi juru bahasa adalah otak.Kalau didalam menilai,menanggapi dan merekam adalah otak yang di gunakan itulah sebabnya banyak menemukan benturan-benturan.Tidak Cuma-Cuma kalau Alah Swt.memulai Firmannya dengan :IQRO’ BISMIROBBIKAL LAZDI KHOLAQ Allah memerintahkan kita untuk membaca apa makna dari isyarat-isyarat dari kerja Allah,membaca Alqur’an sebagai ilmu Allah.
Sebagai teori dan tuntunan secara konsepsional yang di tuang Allah dalam bentuk wahyu.namun perlu di ingat,semua bacaan harus didasari oleh asma Allah: BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM.
Setiap bacaan yang di mulai dengan kalimat yang suci ini ada sesuatu yang ada dalam diri kita yang tidak tahu namanya namun bisa kita rasakan. pengalaman berkata:banyak perasaan yang tidak bisa kita bahasakan,paling-paling hanya tergambar dengan tawa dan senyum,air mata dan tangis. Namun yang jelas janji-janji Allah di dalam Alquran yang di namakan ILHAM, HAKAMAN, RASYIDAN, BURHANAN, BAYANAN, SULTHONAN NASHIRO DLL
Kita akan rasakan.Kalau semua pekerjaan yang tidk di mulai dengan basmalahAllah akan berlepas tangan,maka mari kita rasakan,resapi dan resapi dan hayati,bedanya secara prinsip pekerjaan yang di awali dengan basmalah dengan makna yang seutuhnya dengan pekerjaan yang di awali dengn basmalah.Tidak usah terla jauh,pekerjaan yang sederhana yaitu pekerjaan keluar masuknya nafas kita,

MAY ALLAH BLESS US,,,


 


0 komentar

Poskan Komentar

Part Of Me

Foto saya
mungkin diri ini tidaklah sesempurna apa yang kalian pikirkan dan bayangkan apalagi yang telah kalian definisikan tentang bagaimana kekhilafan diri ini tapi bagaimanapun ane selalu ingin menjadi yang terbaik at leas bisa membuat orang sekitar senang dengan keberadaan itu udah cukup ! and no matter what happend i will always remember who you are ! buddy !

>> <<

Diberdayakan oleh Blogger.